Minggu, 25 Maret 2012

Cinta Sejati di mana?

Pernahkah kamu menginginkan sesuatu?

seperti ingin membeli baju, buku ato yang lainnya.

Jawabannya pasti “Ya pernah dong, Masak Pernah lah”.

Nah pernahkan kamu membatalkan keinginan kamu?

Nah ketika kita menginginkan sesuatu disitu ada dua sisi yang berperang memenangkannya.
Yang pertama namanya “Hati” dan yang kedua namanya “Ego”.

Bisa saja kamu membeli sesuatu karena kamu ingin bersaing dengan teman kamu, atau kamu ingin dibilang keren dengan memilikinya, sedangkan kamu sama sekali tidak membutuhkannya.

Ketika kamu bicara dengan hati kamu maka jawabannya akan lebih bijaksana dan pilihannya pun akan sangat bijaksana.

Jika kamu saat ini punya pacar dan pacarmu datang terlambat datang, maka Ego kamu yang duluan menguasai perasaanmu sehingga kamu marah, menuduh dan memaki.

Tetapi jika kamu pakai hatimu maka kamu akan berusaha mengerti dan menanyakan dengan baik apa yang terjadi sehingga hatimu akan bisa menilai apakah itu penjelasan bohong atau jujur.

Cinta bicara dengan hati bukan dengan Ego, karena cinta sangat halus sehingga hanya hati yang bersih bisa merasakannya. Memang banyak yang terjebak dalam cinta palsu alias Nafsu yang mengatasnamakan cinta, sehingga keadaan fisik yang menjadi ukuran.

So bersihkan Hati dan Temukan cinta sejatimu

Wanita


Wanita punya perasaan yang sangat sensitif jadi jangan sakiti dia kalau tidak mau dijauhinya. Wanita suka pujian yang tulus datang dari lubuk hati bukan kata-kata manis yang hanya didengar sebagai bualan semata di telinganya. Jika kau ingin dicintai wanita maka syaratnya kamu harus mengetahui rahasia wanita tentang apa yang disukai dan dibenci wanita dan wanita ingin diperlakukan seperti apa.

Setelah kamu tahu rahasianya maka dia akan mencintaimu bukan karena harta atau ketampananmu tapi karena kebaikan hatimu.

Jumat, 23 Maret 2012

KEADAAN...???

Apakah benar jika ada yang berkata bahwa karakter dan jiwa kita terbentuk karena pengaruh lingkungan sekitar kita? Lalu apakah saya harus melarikan diri dan menghindar dari kehidupan yang saat ini telah saya jalani untuk menjaga jiwa dan perasaan agar bisa lebih mudah dalam mencapai tujuan? Bukannya tidak mensyukuri keadaan, namun saya rasa lingkungan ini seakan menghalangi saya untuk maju ke depan.
Terlalu banyak konflik dan kata-kata negatif yang kulihat, kudengar dan kualami. Itu membuat semangatku menjadi turun kembali disaat kemarin semangat itu sudah menggebu-nggebu, itulah yang saya anggap sebagai penggangu dalam hidup saya. Saat lingkungan yang ada disekitar saya mendukung atas apa yang menjadi tujuan saya, maka saya akan merasa termotivasi. Namun sebaliknya, saat mendengar celotehan, konflik, kata-kata dengan nada tinggi, saya merasa putus asa, alih-alih memikirkan masa depan saya, pikiran saya menjadi teralihkan untuk menyelesaikan masalah yang sedang terjadi.


Terlepas dari itu semua, saya teringat kata-kata Guru saya, XXX yang mengatakan bahwa "Yang tepenting bukanlah apa yang sudah kita miliki, tapi apa yang akan kita dapatkan. Yang jadi masalah bukan keadaan yang telah terjadi, yang jadi masalah adalah suasana seperti apa yang ingin kita alami." Yang mengartikan bahwa apapun yang terjadi, apapun yang kita miliki, sedang ada dalam kondisi apapun kita saat ini, itu tidak penting, itu tidak akan menjadi penghalang bagi kita, saat kita memiliki tujuan yang jelas dan terarah. Alih-alih memikirkan apa yang sudah terjadi, alangkah lebih baik jika kita fokus untuk meraih apa yang akan kita dapatkan.


Memang tidak mudah untuk mengaplikasikan hal tersebut, begitu juga dengan saya. Masih sering terombang-ambing dalam gejolak jiwa yang selalu naik turun karena pengaruh frekwensi nada yang ada di lingkungan sekitar saya. Namun, apapun yang terjadi, bagaimanapun juga, teori Mr. Robert T. Kiyosaki benar adanya. Jangan salahkan keadaan, Alam telah menempatkan diri kita pada posisi yang sebenarnya kita sendiri yang menentukan. Bagaimana itu bisa terjadi? Saya akan curhat mengenai masalah ini pada artikel berikutnya, karena jika dibahas disini juga, nanti keluar dari topik. :)


Intinya saya tidak boleh menyalahkan keadaan, jangan menyalahakan apa yang terjadi di lingkungan sekitar, tetap fokus untuk meraih impian saya. Mungkin, jika teman-teman memiliki ide atau usulan yang bisa memudahkan saya, atau mungkin teman-teman lain yang mengalami hal yang sama dengan saya, untuk memberikan solusi, bagaimana saya harus menghadapi segala permasalahan tersebut, bagaimana menyaring kata-kata negatif agar tidak masuk ke alam bawah sadar saya sehingga tidak mengganggu tingkat semangat saya, dan lain sebagainya.


Saya rasa topik ini sangatlah penting, oleh karena itu saya harap teman-teman bisa membantu, dan saya akan memposting ulang tentang bagaimana solusi dari teman-teman. Terima kasih sudah berkenan membaca curhatan saya, semoga bisa mengurangi beban pikiran saya dan menginspirasi teman-teman.

Model Ruangan dan Lemari Perpustakaan Pribadi


Pada artikel sebelumnya di Alat dan Bahan yang Dibutuhkan untuk Perpustakaan Pribadi, dijelaskan sepintas tentang ruangan dan lemari yang digunakan untuk menyimpan buku di perpustakaan pribadi kita. Kali ini Perpustakaan Hanan ingin berbagi tips mengenai model ruangan dan lemari perpustakaan yang lebih detil. Saya mengumpulkan beberapa tips dari sumber di internet yang bisa kita jadikan referensi.


Ruangan
  1. Sebelum membuat perpustakaan pilihlah lokasi dari rumah anda yang paling jauh dari suara berisik, carilah titik dimana anda tidak akan mendengar suara mesin kendaraan yang lewat di depan rumah atau suara anak-anak yang sedang bermain karena hal itu akan mengganggu anda saat membaca.
  2. Aturlah cahaya agar tidak terlalu redup dimana cahaya sebaiknya dibelakang posisi kepala anda, jangan menempatkan lampu berlawanan dengan arah mata anda agar tidak silau saat membaca.
  3. Hindari sinar matahari langsung. Perpustakaan sebaiknya tidak terkena sinar matahari langsung. Sinar matahari langsung dapat membuat halaman buku menjadi kuning dan rusak.
  4. Jauh dari kamar mandi. Udara lembab yang berasal dari kamar mandi sebaiknya dihindari. Udara lembab dapat merusak buku dan menyebabkan buku lapuk.
  5. Untuk mencegah udara dalam perpustakaan menjadi lembab maka sirkulasi udara masuk dan keluar dalam perpustakaan harus diperhatikan. Posisi jendela dan penggunaan AC (air conditioner) dapat membantu mengurangi kelembaban dan mengatur sirkulasi udara dalam perpustakaan.

Lemari
  1. Buatlah lemari buku yang terbuat dari kayu dan terdiri dari beberapa kolom, hal ini dimaksudkan agar tiap kolom dapat diisi dengan tema buku yang berbeda dan agar memudahkan untuk mencari buku yang sedang anda cari, misal di satu kolom anda mengisi buku-buku bertemakan agama, bisnis, buku kesehatan dan lain-lain menurut kebutuhan anda.
  2. Gunakan obat anti rayap pada rak kayu dan jangan biarkan ruang kosong antar buku. Hal ini untuk menghindari rayap dan tikus atau hama lain yang dapat bersembunyi di perpustakaan Anda.
  3. Bila tidak memiliki AC, sebaiknya menggunakan lemari yang berkaca dan tertutup rapat guna menghindari debu dan lembab.
  4. Buatlah satu spot/kolom khusus untuk buku yang telah anda beli namun belum sempat anda baca, hal ini akan mengingatkan anda untuk membaca buku tersebut.

Kamis, 15 Maret 2012

Hidup adalah Pilihan

Ada 2 bibit tanaman yang terhampar di sebuah ladang yang subur. Bibit yang pertama berkata, "Aku ingin tumbuh besar,aku ingin menjejakkan akarku dalam2 di tanah ini dan menjulangkan tunas2ku diatas kerasnya tanah ini. Aku ingin membentangkan semua tunasku untuk menyampaikan salam musim semi. Aku ingin merasakan kehangatan matahari dan kelembutan embun pagi di pucuk2 daunku"...Dan bibit itupun tumbuh,makin menjulang...

Bibit yang kedua berguman..."Aku takut,jika kutanamkan akarku ke dalam tanah ini,aku tak tahu apa yang akan kutemui dibawah sana.Bukankah disana sangat gelap? Dan jika kuteroboskan tunasku keatas,bukankah nanti keindahan tunas2ku akan hilang? Tunasku ini pasti akan terkoyak.Apa yang akan terjadi jika tunasku terbuka,dan siput2 mencoba untuk memakannya? Dan pasti jika aku tumbuh dan merekah,semua anak kecil akan berusaha untuk mencabutku dari tanah. Tidak! Akan lebih baik jika aku menunggu sampai semuanya aman"...Dan bibit itupun menunggu dalam kesendirian.

Beberapa pekan kemudian seekor ayam mengais tanah itu,menemukan bibit yang kedua tadi dan menaploknya segera.

Memang selalu ada saja pilihan dalam hidup. Selalu saja ada lakon2 yang harus kita jalani. Namun seringkali kita berada dalam kepesimisan,kengerian,keraguan,kebimbangan2 yang kita ciptakan sendiri. Kita kerap terbuai dengan alasan2 untuk tak mau melangkah,tak mau menatap hidup.

Karena hidup adalah pilihan, maka hadapilah itu dengan gagah..Dan karena hidup adalah pilihan,maka pilihlah dengan bijak...

Cerita Tentang Gema

 


Seorang anak dan ayahnya berjalan di pegunungan. Tiba-tiba, anaknya jatuh dan terluka sambil terteriak, "AAAhhhhhhhhhhh!!!"
Kemudian anak itu kaget ketika mendengar ada suara balasan dari suatu tempat di pegunungan itu, "AAAhhhhhhhhhhh!!!"
Didorong oleh rasa ingin tahu, ia berteriak, "Siapa kamu?"
Ia menerima balasannya, "Siapa kamu?"
Dan ia berteriak, "Saya mengagumi kamu!"
Suara itu menjawab, "Saya mengagumi kamu!"
Marah atas jawaban yang ia terima, ia berteriak, "Pengecut!"
Ia kemudian menerima jawaban, "Pengecut!"
Ia kemudian berpaling pada ayahnya dan bertanya, "Apa yang sedang terjadi, Ayah?"
Ayahnya tersenyum dan berkata, "Anakku, Coba perhatikan."
Kemudian orang tua itu berteriak, "Kamulah sang juara!"
Suara itu menjawab, "Kamulah sang juara!"
Anak itu terkejut, namun ia tidak mengerti.
Kemudian sang ayah menjelaskan, "Orang menyebut ini GEMA, tapi sesungguhnya ini adalah HIDUP. HIDUP selalu memberi imbalan atas apa yang kamu katakan atau lakukan.
Hidup kita adalah refleksi dari perbuatan kita. Bila kamu ingin mendapatkan cinta dalam hidup ini, wujudkanlah cinta dalam hatimu. Bila kamu ingin meningkatkan kemampuan team kamu, tingkatkanlah kemampuanmu sendiri. Ini berlaku dalam segala hal, dalam segala aspek kehidupan. HIDUP akan memberikan kembali segala sesuatu yang telah kamu berikan kepadanya."
"HIDUPMU BUKANLAH SEBUAH KEBETULAN. IA ADALAH REFLEKSI DARI DIRIMU!"