Senin, 18 Juni 2012

Apa Rancanamu Hari Esok...???

Saya orangnya sebenarnya sangat berantakan. Tidak hanya dalam masalah menyimpan barang termasuk dengan menjalani keseharian di dalam kehidupan saya. Sehingga ketika sekarang, saya tumbuh dewasa, barulah saya menyadari bahwa kita butuh yang namanya perencanaan. Saya pikir dulu, waktu sekolah jadwal keseharian bisa kita buat sekal jadi untuk seminggu dan bisa digunakan untuk bertahun-tahun. Hanya tinggal mengubah jam saja pada tingkatan sekolah yang berbeda.

Ternyata sekarang, semua itu tak lagi berlaku. Setiap hari kegiatan saya berubah-ubah. Jadwal bangun dan tidur saya yang masih bsa diatur untuk sekali jadi. Meskipun saya tahu, semua jadwal itu pada akhirnya kemungkinan akan saya langgar.

Bagaimana dengan kamu? Apakah sudah punya jadwal kegiatan sehari-hari?

Saya ingat dengan cerita Sella, dia punya seorang teman yang katanya tidak sempat untuk merasakan galau di dalam kehidupannya. Itu semua karena dia tidak membuat perencanaan untuk menggalau keesokan harinya. Bahkan katanya lagi ni, temannya itu telah menulis dengan jelas jumlah senyuman yang akan ia berikan pada orang asing. Baiklah, itu terlalu mendetil memang. Tapi setidaknya saya bisa meniru apa yang dia lakukan.

Malam ini saya telah mengumpulkan banyak sekali perenungan dan akhirnya memutuskan, mulai hari ini, saya akan membuat perencanaan kegiatan saya besok. Jadi tidak ada yang terlupakan. Tidak ada cerita sibuk atau tak punya waktu. Saya harus bisa memilah apa yang harus saya lakukan selama 24 jam besok. Tentu saja itu akan saya lakukan setiap hari. Saya hanya tidak memasukkan jadwal makan dan tidur. Urusan itu pastinya tidak akan pernah saya lupakan.

Saya pikir penjadwalan harian ini akan melatih diri saya sendiri untuk tidak mengulang kesalahan saya selama dua tahun ini. Membuat jalan kehidupan saya berantakan. Tidak perlu terlalu risau dengan masa depan karena semuanya kita cetak mulai dengan keseharian kita. Mozaik yang kita capai setiap harinya akan terkumpul terus. Suatu hari saat mozaik itu telah mencapai jumlah yang mencukupi. Satukan semuanya dan itulah masa depanmu. Kepingan masa depan telah kita lalui kemarin, sedang kita jalani hari ini, dan akan kita gapai esok hari. Mengapa terlalu risau dengan apa yang akan kita hadapi tahun depan jika kita bisa menjalani 366 hari tersebut satu demi satu. Satu tahun tidak akan mendatangi kita dengan keroyokan kok. Satu hari berjalan ke hari yang lain. Tentu saja bukan yang harus kita persiapkan adalah apa yang harusnya kita lakukan besok.

Kita bisa membuat target tahunan yang ingin kita capai. Tapi dalam satu tahun ada 365 atau 366 hari. Apa yang bisa kita lakukan dalam ratusan hari tersebut untuk mencapai target tahunan kita? Ingat, satu tahun tidak datang dengan keroyokan. Dia datang dalam bentuk detik ke menit, menit ke jam, jam ke hari, hari ke bulan, akhirnya bulan pun menjadi tahun.

Rencanakan apa yang ingin kita lakukan. Hidup itu seperti maraton. Bukan lari cepat. Bukan siapa yang paling dulu tiba. Tapi hidup itu tentang siapa yang bisa menjalaninya dengan baik hingga akhirnya tiba di garis 'finish'.