Kamis, 31 Mei 2012
Jumat, 11 Mei 2012
Singkirkan emosi negatif. Kemarahan, kekesalan, dan ketakutan, hanya
akan menguras energi Anda dan membuat Anda semakin jauh dari kesuksesan.
Ketika emosi datang, pelajari, dan lepaskan diri Anda darinya!
Alhasil, Anda akan merasa lebih baik, dan usaha Anda dalam menggapai sesuatu bisa semakin mudah dicapai jika Anda dilingkupi oleh energy postif.
Ketika emosi datang, pelajari, dan lepaskan diri Anda darinya!
Alhasil, Anda akan merasa lebih baik, dan usaha Anda dalam menggapai sesuatu bisa semakin mudah dicapai jika Anda dilingkupi oleh energy postif.
Kamis, 03 Mei 2012
”Pesankan Saya, Tempat di Neraka!”
Sebuah
kisah dimusim panas yang menyengat. Seorang kolumnis majalah Al Manar
menceritakannya… Musim panas merupakan ujian yang cukup berat. Terutama
bagi muslimah, untuk tetap mempertahankan pakaian kesopanannnya. Gerah
dan panas tak lantas menjadikannya menggadaikan akhlak. Berbeda dengan
musim dingin, dengan menutup telinga dan leher kehangatan badan bisa
dijaga. Jilbab bisa sebagai multi fungsi.
Dalam sebuah perjalanan yang cukup
panjang, Cairo – Alexandria; di sebuah mikrobus. Ada seorang perempuan
muda berpakaian kurang layak untuk dideskripsikan sebagai penutup aurat.
Karena menantang kesopanan. Ia duduk di ujung kursi dekat pintu keluar.
Tentu saja dengan cara pakaian seperti itu mengundang ‘perhatian’,
kalau bisa dibahasakan sebagai keprihatinan sosial. Seorang bapak
setengah baya yang kebetulan duduk di sampingnya mengingatkan. Bahwa
pakaian seperti itu bisa mengakibatkan sesuatu yang tak baik bagi
dirinya. Di samping pakaian seperti itu juga melanggar aturan agama dan
norma kesopanan.
Tahukah Anda
apa respon perempuan muda tersebut? Dengan ketersinggungan yang sangat
ia mengekspresikan kemarahannya. Karena merasa privasinya terusik. Hak
berpakaian menurutnya adalah hak prerogatif seseorang.
“Jika memang bapak mau, ini ponsel saya. Tolong pesankan saya, tempat di neraka Tuhan Anda!!” Sebuah respon yang sangat frontal. Dan sang bapak pun hanya beristighfar. Ia terus menggumamkan kalimat-kalimat Allah.
Detik-detik berikutnya suasanapun hening.
Beberapa orang terlihat kelelahan dan terlelap dalam mimpinya. Tak
terkecuali perempuan muda itu. Hingga sampailah perjalanan dipenghujung
tujuan. Di terminal akhir mikrobus Alexandria. Kini semua penumpang
bersiap-siap untuk turun. Tapi mereka terhalangi oleh perempuan muda
tersebut yang masih terlihat tertidur. Ia berada didekat pintu keluar. “Bangunkan saja!” begitu kira-kira permintaan para penumpang.
Tahukah apa yang terjadi. Perempuan muda
tersebut benar-benar tak bangun lagi. Ia menemui ajalnya. Dan seisi
mikrobus tersebut terus beristighfar, menggumamkan kalimat Allah
sebagaimana yang dilakukan bapak tua yang duduk disampingnya.
Sebuah akhir yang menakutkan. Mati dalam keadaan menantang Tuhan.
Seandainya tiap orang mengetahui akhir hidupnya….
Seandainya tiap orang menyadari hidupnya bisa berakhir setiap saat…
Seandainya tiap orang takut bertemu dengan Tuhannya dalam keadaan yang buruk…
Seandainya tiap orang tahu bagaimana kemurkaan Allah…
Sungguh Allah masih menyayangi kita yang
masih terus dibimbing-Nya. Allah akan semakin mendekatkan orang-orang
yang dekat denganNYA semakin dekat.
Dan mereka yang terlena seharusnya segera sadar… mumpung kesempatan itu masih ada. (Source : KotaSantri.com | Anisa Riyanti)
Saya, Rahmat.s, dari sebuah tempat paling indah di dunia.
Salam …
Langganan:
Postingan (Atom)