Saya
orangnya sebenarnya sangat berantakan. Tidak hanya dalam masalah
menyimpan barang termasuk dengan menjalani keseharian di dalam kehidupan
saya. Sehingga ketika sekarang, saya tumbuh dewasa, barulah saya
menyadari bahwa kita butuh yang namanya perencanaan. Saya pikir dulu,
waktu sekolah jadwal keseharian bisa kita buat sekal jadi untuk seminggu
dan bisa digunakan untuk bertahun-tahun. Hanya tinggal mengubah jam
saja pada tingkatan sekolah yang berbeda.
Ternyata
sekarang, semua itu tak lagi berlaku. Setiap hari kegiatan saya
berubah-ubah. Jadwal bangun dan tidur saya yang masih bsa diatur untuk
sekali jadi. Meskipun saya tahu, semua jadwal itu pada akhirnya
kemungkinan akan saya langgar.
Bagaimana dengan kamu? Apakah sudah punya jadwal kegiatan sehari-hari?
Saya
ingat dengan cerita Sella, dia punya seorang teman yang katanya tidak
sempat untuk merasakan galau di dalam kehidupannya. Itu semua karena dia
tidak membuat perencanaan untuk menggalau keesokan harinya. Bahkan
katanya lagi ni, temannya itu telah menulis dengan jelas jumlah senyuman
yang akan ia berikan pada orang asing. Baiklah, itu terlalu mendetil
memang. Tapi setidaknya saya bisa meniru apa yang dia lakukan.
Malam
ini saya telah mengumpulkan banyak sekali perenungan dan akhirnya
memutuskan, mulai hari ini, saya akan membuat perencanaan kegiatan saya
besok. Jadi tidak ada yang terlupakan. Tidak ada cerita sibuk atau tak
punya waktu. Saya harus bisa memilah apa yang harus saya lakukan selama
24 jam besok. Tentu saja itu akan saya lakukan setiap hari. Saya hanya
tidak memasukkan jadwal makan dan tidur. Urusan itu pastinya tidak akan
pernah saya lupakan.
Saya
pikir penjadwalan harian ini akan melatih diri saya sendiri untuk tidak
mengulang kesalahan saya selama dua tahun ini. Membuat jalan kehidupan
saya berantakan. Tidak perlu terlalu risau dengan masa depan karena
semuanya kita cetak mulai dengan keseharian kita. Mozaik yang kita capai
setiap harinya akan terkumpul terus. Suatu hari saat mozaik itu telah
mencapai jumlah yang mencukupi. Satukan semuanya dan itulah masa
depanmu. Kepingan masa depan telah kita lalui kemarin, sedang kita
jalani hari ini, dan akan kita gapai esok hari. Mengapa terlalu risau
dengan apa yang akan kita hadapi tahun depan jika kita bisa menjalani
366 hari tersebut satu demi satu. Satu tahun tidak akan mendatangi kita
dengan keroyokan kok. Satu hari berjalan ke hari yang lain. Tentu saja
bukan yang harus kita persiapkan adalah apa yang harusnya kita lakukan
besok.
Kita
bisa membuat target tahunan yang ingin kita capai. Tapi dalam satu
tahun ada 365 atau 366 hari. Apa yang bisa kita lakukan dalam ratusan
hari tersebut untuk mencapai target tahunan kita? Ingat, satu tahun
tidak datang dengan keroyokan. Dia datang dalam bentuk detik ke menit,
menit ke jam, jam ke hari, hari ke bulan, akhirnya bulan pun menjadi
tahun.
Rencanakan
apa yang ingin kita lakukan. Hidup itu seperti maraton. Bukan lari
cepat. Bukan siapa yang paling dulu tiba. Tapi hidup itu tentang siapa
yang bisa menjalaninya dengan baik hingga akhirnya tiba di garis 'finish'.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar