Tuhan menjawab doa kita yang dulu persis sama seperti yang tak kita minta.
Begitulah cara Tuhan bekerja, cara bertindak Tuhan sangat aneh.
Tuhan tidak tunduk pada postulat & teorema manapun.
Oleh karena itu, Tuhan sama sekali tidak dapat diramalkan.
Jika malam tiba mereka mendengus-dengus meratapi rindu, menampar muka sendiri karena jengkel tidak berani mendeklarasikan cinta yang menggelitik perutnya.
Cinta tak pernah terungkap karena ngeri membayangkan resiko ditolak.
Lama-lama seperti seorang narsis, mereka menyukai seseorang di dalam hatinya sendiri.
Cinta satu sisi indah tapi tak terperi, mereka hidup dalam bayangan. Mengungkapkan cinta agaknya mengandung daya tarik paling misterius dari cinta itu sendiri.
Hampa karena cinta & kecewa pada masa depan membuatmu menjalani hidup sebagai seorang agnostik, yaitu orang yang percaya kepada Tuhan tapi tidak memeluk agama manapun, oleh karena itu dia tidak pernah beribadah.
Hari demi hari ia semakin sesat, ia kafir bagi agama manapun.
Aku lemas karena paru-paruku basah digenangi air mata rindu.
Berhari-hari terperangkap dalam bingkai kaca seraut wajah yang sama, tidak dapat lagi kupikirkan lagi hal-hal lain. Setiap melihat cermin yang terpantul hanya wajahnya. Aku tak mau makan, tak bisa tidur....
Aku kecewa pada kenyataan begitu banyak anak pintar yang harus berhenti sekolah karena alasan ekonomi. Aku mengutuki orang-orang bodoh sok pintar yang menyombongkan diri & anak-anak orang kaya yang menyia-yiakan kesempatan pendidikan.
Bahwa tak ada yang dapat dicapai didunia ini tanpa usaha yang rasional.
Nasib, usaha dan takdir bagaikan 3 bukit biru samar-samar yang memeluk manusia dalam lena. Mereka yang gagal tak jarang menyalahkan aturan main Tuhan, melalui takdir-Nya, memang mengharuskan mereka miskin.
Bukit-bukit itu membentuk konspirasi rahasia masa depan & definisi yang sulit dipahami sebagian orang.
Seseorang yang lelah,berusaha menunggu takdir,akan mengubah nasibnya. Sebaliknya, seseorang yang ngga membanting tulang menerima saja nasibnya yang menurutnya tak`kan berubah karena semua telah ditakdirkan.
Inilah lingkaran iblis yang umumnya melanda para pemalas. Hidup dengan usaha adalah mata yang ditutup untuk memilih buah-buahan dalam keranjang, buah apapun di dapat kita tetap mendapatkan buah, sedang hidup tanpa usaha adalah mata yang ditutup untuk mencari kucing hitam didalam kamar gelap dan kucingnya tidak ada.
Nasib adalah setiap deretan titik-titik yang dilalui sebagai akibat dari setiap gerakan-gerakan konsisten usahanya & takdir adalah ujung titik-titik itu.
Hiduplah dengan memberi sebanyak-banyaknya bukan menerima sebanyak-banyaknya
Begitulah cara Tuhan bekerja, cara bertindak Tuhan sangat aneh.
Tuhan tidak tunduk pada postulat & teorema manapun.
Oleh karena itu, Tuhan sama sekali tidak dapat diramalkan.
Jika malam tiba mereka mendengus-dengus meratapi rindu, menampar muka sendiri karena jengkel tidak berani mendeklarasikan cinta yang menggelitik perutnya.
Cinta tak pernah terungkap karena ngeri membayangkan resiko ditolak.
Lama-lama seperti seorang narsis, mereka menyukai seseorang di dalam hatinya sendiri.
Cinta satu sisi indah tapi tak terperi, mereka hidup dalam bayangan. Mengungkapkan cinta agaknya mengandung daya tarik paling misterius dari cinta itu sendiri.
Hampa karena cinta & kecewa pada masa depan membuatmu menjalani hidup sebagai seorang agnostik, yaitu orang yang percaya kepada Tuhan tapi tidak memeluk agama manapun, oleh karena itu dia tidak pernah beribadah.
Hari demi hari ia semakin sesat, ia kafir bagi agama manapun.
Aku lemas karena paru-paruku basah digenangi air mata rindu.
Berhari-hari terperangkap dalam bingkai kaca seraut wajah yang sama, tidak dapat lagi kupikirkan lagi hal-hal lain. Setiap melihat cermin yang terpantul hanya wajahnya. Aku tak mau makan, tak bisa tidur....
Aku kecewa pada kenyataan begitu banyak anak pintar yang harus berhenti sekolah karena alasan ekonomi. Aku mengutuki orang-orang bodoh sok pintar yang menyombongkan diri & anak-anak orang kaya yang menyia-yiakan kesempatan pendidikan.
Bahwa tak ada yang dapat dicapai didunia ini tanpa usaha yang rasional.
Nasib, usaha dan takdir bagaikan 3 bukit biru samar-samar yang memeluk manusia dalam lena. Mereka yang gagal tak jarang menyalahkan aturan main Tuhan, melalui takdir-Nya, memang mengharuskan mereka miskin.
Bukit-bukit itu membentuk konspirasi rahasia masa depan & definisi yang sulit dipahami sebagian orang.
Seseorang yang lelah,berusaha menunggu takdir,akan mengubah nasibnya. Sebaliknya, seseorang yang ngga membanting tulang menerima saja nasibnya yang menurutnya tak`kan berubah karena semua telah ditakdirkan.
Inilah lingkaran iblis yang umumnya melanda para pemalas. Hidup dengan usaha adalah mata yang ditutup untuk memilih buah-buahan dalam keranjang, buah apapun di dapat kita tetap mendapatkan buah, sedang hidup tanpa usaha adalah mata yang ditutup untuk mencari kucing hitam didalam kamar gelap dan kucingnya tidak ada.
Nasib adalah setiap deretan titik-titik yang dilalui sebagai akibat dari setiap gerakan-gerakan konsisten usahanya & takdir adalah ujung titik-titik itu.
Hiduplah dengan memberi sebanyak-banyaknya bukan menerima sebanyak-banyaknya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar